BAB X
Komunikasi pemasaran
Komunikasi pemasaran (marketing
communication) adalah sarana di mana perusahaan berusaha menginformasikan,
membujuk, dan mengingatkan konsumen secara langsung maupun tidak langsung
tentang produk dan merek yang dijual. Komunikasi pemasaran mempresentasikan
"suara" perusahaan dan mereknya serta merupakan sarana dimana
perusahaan dapat membuat dialog dan membangun hubungan dengan konsumen.
Komunikasi pemasaran bagi konsumen,
dapat memberitahu atau memperlihatkan kepada konsumen tentang bagaimana dan
mengapa suatu produk digunakan, oleh orang macam apa, serta di mana dan kapan.
Komunikasi pemasaran berkontribusi pada ekuitas merek dengan menanamkan merek
dalam ingatan dan menciptakan citra merek serta mendorong penjualan dan bahkan
mempengaruhi nilai pemegang saham.
Dua unsur pokok dalam komunikasi pemasaran, yaitu:
1. Komunikasi : Proses dimana
pemikiran dan pemahaman disampaikan antar individu, atau antar organisasi
dengan individu. Komunikasi sebagai proses penyampaian pesan yang merupakan
gagasan atau informasi pengirim melalui suatu media kepada penerima agar mampu
memahami maksud pengirim.
2. Pemasaran : Sekumpulan kegiatan
dimana perusahaan atau organisasi lainnya mentransfer nilai-nilai (pertukaran)
tentang informasi produk, jasa dan ide antara mereka dengan pelanggannya.
Bauran komunikasi pemasaran terdiri
dari delapan model komunikasi utama, yaitu:
1. Iklan : Adalah struktur informasi
dan susunan komunikasi non personal yang dibiayai dan bersifat persuasif dan
promosi tentang produk, jasa atau ide oleh sponsor yang teridentifikasi melalui
berbagai macam media.
2. Promosi penjualan : Berbagai
insentif jangka pendek untuk mendorong percobaan atau pembelian produk atau
jasa.
3. Acara dan pengalaman : Kegiatan
dan program yang disponsori perusahaan yang dirancang untuk menciptakan
interaksi harian atau interaksi yang berhubungan dengan merek tertentu.
4. Hubungan masyarakat dan
publisitas : Beragam program yang dirancang untuk mempromosikan atau melindungi
citra perusahaan atau produk individunya.
5. Pemasaran langsung : Penggunaan
surat, telepon, faksimile, e-mail, atau internet untuk berkomunikasi secara
langsung dengan atau meminta respon atau dialog dari pelanggan.
6. Pemasaran interaktif : Kegiatan
dan program online yang dirancang untuk melibatkan pelanggan dan secara
langsung atau tidak langsung meningkatkan kesadaran, memperbaiki citra, dan
menciptakan penjualan produk dan jasa.
7. Pemasaran dari mulut ke mulut :
Komunikasi lisan, tertulis, dan elektronik antarmasyarakat yang berhubungan
dengan keunggulan atau pengalaman membeli atau menggunakan produk atau jasa.
8. Penjualan personal : Interaksi
tatap muka dengan satu atau lebih pembeli prospektif untuk tujuan melakukan
presentasi, menjawab pertanyaan, dan pengadaan pesanan.
Model Proses Komunikasi
Model Makro Proses Komunikasi :
Model makro adalah model komunikasi
yang terdiri dari sembilan elemen. Dua elemen sebagai pihak utama yaitu
pengirim dan penerima. Dua elemen lainnya merepresentasikan alat komunikasi
utama yaitu pesan dan media. Empat elemen merepresentasikan fungsi komunikasi
utama yaitu penyandian, pengartian, respons, dan umpan balik. Elemen terakhir
adalah gangguan yang dapat menganggu proses komunikasi.
Model Mikro Respons Konsumen
Model mikro komunikasi pemasaran
berkonsentrasi pada respons spesifik konsumen terhadap komunikasi. Ada empat
model hirarki respons klasik yaitu AIDA, Hirarki Pengaruh, Inovasi-adopsi, dan
Komunikasi. Semua model mengasumsikan bahwa pembeli melewati tahap kognitif,
afektif dan perilaku.
Kesadaran : Jika sebagian besar
konsumen sasaran tidak menyadari produk, tugas komunikator adalah membangun
kesadaran dengan memperkenalkan produk dengan informasi awal seperti nama
produk.
Pengetahuan : Informasi lebih dalam mengenai
produk. Konsumen sasaran mungkin memiliki kesadaran tapi tidak tahu banyak
tentang produk. Pengetahuan sangat penting untuk diberikan kepada sasaran agar
informasi yang dimiliki sasaran tentang produk menjadi lengkap.
Rasa suka : Jika konsumen sasaran
mengetahui merek, apa yang mereka rasakan tentang merek tersebut? Dalam hal ini
komunikator harus bisa membangkitkan rasa suka konsumen sasaran terhadap
produk.
Preferensi : Konsumen sasaran
mungkin menyukai produk, tetapi tidak lebih baik dibandingkan produk lain.
Komunikator harus berusaha membangun preferensi konsumen dengan membandingkan
kualitas, nilai, kinerja, dan fitur lain terhadap pesaing.
Keyakinan : Komunikator harus
membangun dan memperkuat keyakinan dan minat konsumen sasaran untuk membeli.
Pembelian : Konsumen sasaran
memiliki keyakinan dan minat yang kuat, namun tidak cukup tergerak untuk
membeli.
Komunikator harus mengarahkan
konsumen agar mengambil langkah terakhir untuk membeli dengan cara menawarkan
produk dengan harga terjangkau, menawarkan premi, atau membiarkan konsumen
mencoba produk.
Mengembangkan Komunikasi Efektif
Ada delapan langkah dalam
mengembangkan komunikasi yang efektif :
1. Mengidentifikasikan pemirsa atau
konsumen sasaran : menganalisa pembeli potensial produk perusahaan dan
menetapkan target konsumen.
2. Menentukan tujuan komunikasi :
kebutuhan kategori, kesadaran merek, sikap merek, maksud pembelian merek.
3. Merancang komunikasi : strategi
pesan, strategi kreatif, sumber pesan, adaptasi global.
4. Memilih saluran komunikasi.
Saluran komunikasi pribadi : dua orang atau lebih berkomunikasi tatap muka,
antara seseorang dengan pemirsa, melalui telepon atau melalui e-mail. Saluran
komunikasi nonpribadi : komunikasi yang diarahkan ke lebih dari satu orang dan
meliputi media, promosi penjualan, acara dan pengalaman, serta hubungan
masyarakat.
5. Menetapkan total anggaran
komunikasi pemasaran : metode terjangkau, metode persentase penjualan, metode
paritas kompetitif, metode tujuan dan tugas.
6. Memutuskan bauran komunikasi pemasaran
(marketing mix).
7. Mengukur hasil komunikasi :
mengukur dampak pesan yang dikomunikasikan terhadap konsumen sasaran dan umpan
balik yang diterima.
8. Mengelola proses komunikasi
pemasaran terintegrasi : mengkoordinasikan media, mengimplementasikan IMC
(Integrated Marketing Communication) atau komunikasi pemasaran terpadu.
Sumber :
www.academia.edu
No comments:
Post a Comment