Saturday, April 26, 2014

RUANG LINGKUP BISNIS

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Di era globalisasi yang penuh persaingan kita sebagai individu harus dapat melihat kesempatan untuk dapat berbisnis. Dengan berbisnis kita dapat menghasilkan pendapatan hasil usaha dan ide milik diri sendiri. Oleh karena itu sebelum memulai berbisnis sebaiknya kita telah memikirkan dengan matang jenis dan model bisnis untuk dijalankan.
1.2  Tujuan
Adapun tujuan dalam makalah mengenai Ruang Lingkup Bisnis antara lain:
  1. Memahami berbagai macam kegiatan bisnis
  2. Memahami tujuan bisnis dalam suatu Negara
  3. Memahami jenis-jenis system perekonomian dan sistem pasar
  4. Memahami celah bisnis yang ada dalam masyarakat
  5. Memahami unsure utama dalam aktivitas ekonomi
  6. Memahami landasan berpikir dalam mempelajari bisnis
  7. Memahami alas an yang memotivasi untuk belajar bisnis

BAB II
ISI
RUANG LINGKUP BISNIS

Pengertian Bisnis dan Jenisnya
Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti “sibuk” dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.
Berikut ini beberapa definisi bisnis menurut para ahli:
  1. Huat, T Chwee (1990)
Bisnis dalam arti luas adalah istilah umum yang menggambarkan semua aktifitas dan institusi yang memproduksi barang & jasa dalam kehidupan sehari-hari. Bisnis sebagai suatu sistem yang memproduksi barang dan jasa untuk memuaskan kebutuhan masyarakat (bussinessis then simply a system that produces goods and service to satisfy the needs of our society).
  1. Steinford ( 1979)
“Business is an institution which produces goods and services demanded by people.” Artinya bisnis ialah suatu lembaga yang menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Apabila kebutuhan masyarakat meningkat, maka lembaga bisnis pun akan meningkat pula perkembangannya untuk memenuhi kebutuhan tersebut, sambil memperoleh laba.
  1. Allan Afuah (2004)
“Business is the organized effort of individuals to produce and sell for a provit, the goods and services that satisfy societies needs. The general term business refer to all such efforts within a society or within an industry. Maksudnya Bisnis ialah suatu kegiatan usaha individu yang terorganisasi untuk menghasilkan dan menjual barang dan jasa guna mendapatkan keuntungan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan ada dalam industri. Orang yang mengusahakan uang dan waktunya dengan menanggung resiko dalam menjalankan kegiatan bisnis disebut Entrepreneur.
Jenis-Jenis Bisnis
Dalam perekonomian terdapat bebrapa jenis bisnis yang dibagi 4 jenis, yaitu:
  1. Monopsoni, adalah keadaan dimana satu pelaku usaha menguasai penerimaan pasokan atau menjadi pembeli tunggal atas barang dan/atau jasa dalam suatu pasar komoditas. Salah satu contoh monopsoni adalah penjualan perangkat kereta api di Indonesia. Perusahaan Kereta Api di Indonesia hanya ada satu yakni KAI, oleh karena itu, semua hasil produksi hanya akan dibeli oleh KAI.
  2. Oligopoli, dari segi bahasa berasal dari kata olio yang berarti beberapa dan poli yang artinya penjual adalah pasar di mana penawaran satu jenis barang dikuasai oleh beberapa perusahaan. Umumnya jumlah perusahaan lebih dari dua tetapi kurang dari sepuluh. Dalam pasar oligopoli, setiap perusahaan memposisikan dirinya sebagai bagian yang terikat dengan permainan pasar, di mana keuntungan yang mereka dapatkan tergantung dari tindak-tanduk pesaing mereka. Sehingga semua usaha promosi, iklan, pengenalan produk baru, perubahan harga, dan sebagainya dilakukan dengan tujuan untuk menjauhkan konsumen dari pesaing mereka. Praktik oligopoli umumnya dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menahan perusahaan-perusahaan potensial untuk masuk ke dalam pasar, dan juga perusahaan-perusahaan melakukan oligopoli sebagai salah satu usaha untuk menikmati laba normal di bawah tingkat maksimum dengan menetapkan harga jual terbatas, sehingga menyebabkan kompetisi harga di antara pelaku usaha yang melakukan praktik oligopoli menjadi tidak ada. Struktur pasar oligopoli umumnya terbentuk pada industri-industri yang memiliki capital intensive yang tinggi, seperti industri semen, industri mobil, dan industri kertas.
  3. Oligopsoni, adalah keadaan dimana dua atau lebih pelaku usaha menguasai penerimaan pasokan atau menjadi pembeli tunggal atas barang dan/atau jasa dalam suatu pasar komoditas.
  4. Monopoli, Berasal dari bahasa Yunan. Monos yang berarti satu dan polein yang berarti menjual. Monopoli adalah suatu bentuk pasar di mana hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar. Penentu harga pada pasar ini adalah seorang penjual atau sering disebut sebagai “monopolis”. Sebagai penentu harga (price-maker), seorang monopolis dapat menaikan atau mengurangi harga dengan cara menentukan jumlah barang yang akan diproduksi; semakin sedikit barang yang diproduksi, semakin mahal harga barang tersebut, begitu pula sebaliknya. Walaupun demikian, penjual juga memiliki suatu keterbatasan dalam penetapan harga. Apabila penetapan harga terlalu mahal, maka orang akan menunda pembelian atau berusaha mencari atau membuat barang subtitusi (pengganti) produk tersebut atau lebih buruk lagi mencarinya di pasar gelap (black market).
Tujuan Kebijakan Bisnis
  1. Melindungi Usaha Kecil Menengah (UKM), contoh:
-          KUR (Kredit Usaha Rakyat)
-          Koperasi
-          BUK (Badan Usaha Kredit)
  1. Melindungi lingkungan hidup sekitarnya, contoh:
-          Mendaur ulang sampah plastik menjadi cangkir, piring plastic.
-          Mendaur ulang minyak goring menjadi BIO – Diesel.
-          Mendaur ulang kertas menjadi bingkai foto, kartu nama, kartu undangan, dll.
  1. Melindungi konsumen, contoh:
-          Makanan = kualitas barang
-          Minuman rasa / sehat = kualitas barang
-          Obat – obatan = kualitas barang
-          Pasta gigi = kesehatan
-          Kecantikan = kesehatan
  1. Pendapatan Negara, contoh:
-          Pajak Penghasilan (PPh)
-          Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
-          Pajak Bumi & Bangunan (PBB)
-          Bea & Cukai
-          Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
Kegiatan Bisnis
Berdasarkan kegiatan bisnis dibagi menjadi 4 kegiatan, yaitu:
  1. Bisnis Ekstratif, bisnis yang bergerak dalam jenis kegiatan pertambangan/ menggali bahan-bahan tambang yang terkandung dalam perut bumi.
  2. Bisnis Agraris adalah bisnis yang bergerak di bidang pertanian (termasuk pula pertanian, peternakan dan perunggasan), perkebunan serta kehutanan.
  3. Bisnis Industri adalah bisnis yang bergerak di bidang industri manufacturing, misalnya indutri tekstil garmen, mesin-mesin, mebel, pesawat terbang, mobil, sepeda motor, kapal laut maupun pabrik kertas, tapioca dan sebagainya.
  4. Bisnis Jasa adalah bisnis yang bergerak dalam bidang jasa yang menghasilkan produk-produk yang tidak berwujud seperti jasa pendidikan, kecantikan, perbankan, kesehatan, penanggungan risiko, jasa pariwisata dan sebagainya.
Sistem Perekonomian dan Sistem Pasar
Sistem Perekonomian dan Sistem Pasar Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya . Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam system lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah . Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrim tersebut.
Perekonomian pasar bergantung pada kapitalisme dan liberalisme untuk menciptakan sebuah lingkungan di mana produsen dan konsumen bebas menjual dan membeli barang yang mereka inginkan (dalam batas-batas tertentu). Sebagai akibatnya, barang yang diproduksi dan harga yang berlaku ditentukan oleh mekanisme penawaran-permintaan.
Perekonomian pasar campuran atau mixed market economies adalah gabungan antara sistem perekonomian pasar dan terencana. Menurut Griffin, tidak ada satu negara pun di dunia ini yang benar-benar melaksanakan perekonomian pasar atau pun terencana, bahkan negara seperti Amerika Serikat . Meskipun dikenal sangat bebas, pemerintah Amerika Serikat tetap mengeluarkan beberapa peraturan yang membatasi kegiatan ekonomi. Misalnya larangan untuk menjual barang-barang tertentu untuk anak di bawah umur, pengontrolan iklan (advertising), dan lain-lain. Begitu pula dengan negara-negara perekonomian terencana. Saat ini, banyak negara-negara Blok Timur yang telah melakukan privatisasi (pengubahan status perusahaan).
Kesempatan bisnis dan usaha
Banyak usahawan sukses karena kelihaian dalam memulai dan memperluas usaha. Berikut yang umumnya mereka pakai. Namun tidak ada jaminan Anda akan berhasil dengan cara-cara berikut. Meski begitu, kini Anda punya banyak alternatif. Anda pun bisa mencuri inspirasi dari masing-masing cara itu.
  1. Penuhi Kebutuhan Konsumen
Ini  merupakan  cara  buka  usaha yang paling umum. Jika di kantor Anda membutuhkan  layanan  katering,  buka usaha  katering.  Jika  warga di sekitar rumah membutuhkan jasa binatu, wartel, warnet, rental komputer, kursus, dll, buka usaha sesuai kebutuhan mereka tadi. Kuncinya, kenali kebutuhan konsumen. Lalu penuhi dengan harga, kualitas produk  dan  pelayanan  yang  lebih  baik. Usaha berdasarkan kebutuhan konsumen yang nyata adalah hal prinsip dari semua jenis usaha.
  1. Jual Keunikan
Jika Anda lumayan kreatif dan inovatif, pasti banyak hal baru yang berhasil  Anda kreasikan. Banyak usaha baru dimulai dari penemuan jenis produk, teknologi, sistem, dan program baru. Jika berhasil menciptakan program  komputer baru, jangan ragu mematenkan dan menjualnya. Penemuan baru sangat berpeluang menembus pasar.
  1. Duplikasi Usaha Lain
Bagi mereka yang merasa dirinya kurang kreatif dan inovatif, jangan patah arang. Terkadang ide usaha tersebar di mana-mana. Bahkan di depan mata.  Anda hanya perlu membaca peluang, mengukur potensi, dan berani mengambil risiko.
  1. Beri Fasilitas Tambahan
Mirip cara sebelumnya, namun perlu sedikit sentuhan kreatifitas. Misalnya  tetangga Anda membuka penyewaan Play Station. Anda masih bisa menyainginya  dengan tambahan fasilitas atau memperluas penawaran (bar, warnet, wartel, makanan siap saji) di lokasi yang sama. Hampir  setiap  waktu  ada  saja jenis usaha yang lagi ngetren. Sedikit fasilitas tambahan, Anda pun siap bersaing dengan yang lebih dulu ada.
  1. Jual Ketrampilan
Contohnya seperti membuka restoran, salon, kursus, servis dan lain-lain.
  1. Jadi Agen
Mirip dengan sebelumnya, Anda bisa membuka kantor keagenan atau biro yang  menyediakan jasa atau layanan spesifik. Misalnya agen modeling, foto model. Untuk usaha ini, Anda perlu pengalaman dan relasi. Tetapi Anda bisa tangani sendiri atau mempekerjakan orang-orang berbakat di dalamnya.
  1. Beli Waralaba
Yang modalnya lumayan besar, tapi tak mau repot pikirkan usaha yang sama sekali baru, beli waralaba (franchise) bisa jadi pilihan. Waralaba merupakan  jenis usaha yang relatif terstandarisasi. Butuh kejelian membaca waralaba  mana yang bagus. Berikut kemampuan membaca potensi pasarnya. Kini makin banyak pilihan waralaba, yang butuh modal besar atau sedang-sedang saja.
Unsur Penting Dalam Aktivitas Ekonomi
Agar suatu aktivitas ekonomi dapat berlangsung, dibutuhkan 3 unsur yaitu :
  1. Keinginan Manusia
Keinginan manusia timbul karena adanya kebutuhan yang harus dipenuhi dalam kehidupannya. Dilihat dari kebutuhannya, keinginan manusia dibedakan menjadi 2 macam, yaitu :
  1. Keinginan pokok adalah keinginan yang pasti dipenuhi oleh setiap manusia dan merupakan kebutuhan utama. Contohnya seperti : setiap manusia memerlukan makanan, yempat tinggal, dan pakaian (biasa disebut sandang, pangan, papan).
  2. Keinginan tambahan adalah keinginan selain keinginan pokok. Contohnya seperti : mobil, motor, handphone, dll. Seiring perkembangan peradaban, kebudayaan, dan ilmu maupun teknologi sekarang keinginan manusia semakin bertambah, tidak hanya keinginan pokok tetapi keinginan tambahan pun juga ikut bertambah dan beraneka ragam. keanekaragaman ini dibedakan berdasarkan beberapa faktor yaitu, gender, usia, selera, agama, pendidikan, dan adat istiadat. Karena beragamnya keinginan manusia maka barang dan jasa yang dibutuhkan juga beragam. Misalnya manusia makan menurut seleranya, memilih baju menurut selera, dan umur. Maka dapat disimpulkan, keinginan manusia dapat dikelompokkan menjadi 2 ciri, Keinginan yang beraneka ragam dan keinginan yang tak terbatas.
  3. Sumber-Sumber Daya
Pengertian sumber daya adalah suatu nilai yang memiliki potensi atau unsur dalam kehidupan. Sumber daya dapat berupa fisik dan non fisik. Sumber daya dapat berubah ataupun hilang , dapat juga kekal. Selain itu sumber daya juga dapat pulih atau terbarukan dan tidak terbarukan. Sumber daya yang dapat pulih contohnya tanaman dan hewan (sumber daya hayati). Dalam ekonomi, sumber daya dibutuhkan untuk memenuhi keinginan-keinginan manusia. Sumber daya dapat dikatakan sebagai faktor-faktor produksi. Sumber sumber daya ada yang disediakan oleh alam ada juga yang dibuat oleh manusia untuk memproduksi barang dan jasa. Sumber daya (faktor produksi) dapat dibedakan menjadi:
  1. Tanah dan alam
  2. Modal
  3. Keahlian
  4. Cara-Cara Berproduksi
Pada umumnya pembuatan suatu barang merupakan diluar bidang ekonomi, tetapi persoalan barang-barang atau jasa-jasa yang harus diproduksi, berapa banyak yang harus diproduksi, dan cara apa yang dilakukan untuk memproduksi barang maupun jasa dengan meminimalkan pembiyayaan merupakan bidang ekonomi yang harus diperhatikan.
Hakikat Bisnis
Hakikat bisnis adalah usaha untuk memenuhi kebutuhan manusia, organisasi ataupun masyarakat luas. Businessman akan selalu melihat adanya kebutuhan masyarakat dan kemudian mencoba untuk melayaninya secara baik sehingga masyarakat menjadi puas dan senang. Dari kepuasan masyarakat itulah si Businessman akan mendapatkan keuntungan dan pengembangan usahanya.
Mengapa Belajar Bisnis
Hal yang didapat dari kewirausahaan adalah kewirausahaan menjadikan seseorang menjadi sosok pemimpin idola bagi bangsa, mandiri, telaten dan tentunya sosok pekerja keras karena telah merintis dari bawah perlahan hingga menjadi satu kesatuan dan tinggi dan sukses, bukan sekedar diangkat menjadi pegawai langsung, dari perjalanan jauh dan panjang tersebut sang entrepreneur tentunya jauh mendapat lebih banyak pelajaran bagaimana membangun dengan lebih baik, berani mengambil resiko untuk kemakmuran yang lebih baik serta tegas dalam mengambil keputusan.

ANALISIS
 Jadi didalam berbisnis kita harus mengetahui jenis bisnis apa yang akan ditekuni. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, terdapat 4 jenis bisnis yaitu oligopoli, monopoli, oligopsoni dan monopsoni.
Selain itu penting melihat apa yang terjadi dipasaran sehingga kita dapat pula menentukan usaha yang akan dibuka karena pada hakikatnya bisnis timbul karena adanya keinginan manusia yang harus terpenuhi.

REFERENSI
http://rezkirasyak.blogspot.com/2013/02/mengapa-perlu-belajar-wirausaha-apa_24.html?m=1
http://m.kompasiana.com/post/bisnis/2011/10/24/pengantar-bisnis-bagi-mahasiswa-bagian-1/
http://berbisnisuntung.blogspot.com/2009/02/tips-memulai-usaha.html?m=1
http://herina-br.blogspot.com/2011/10/pengertian-bisnis-menurut-para-ahli.html?m=1#!/2011/10/pengertian-bisnis-menurut-para-ahli.html
http://uiita.wordpress.com/2012/10/27/unsur-unsur-penting-dalam-aktivitas-ekonomi/
http://id.m.wikipedia.org/wiki/Pasar_monopoli
http://efod.blogspot.com/2012/01/normal-0-false-false-false_24.html?m=1
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/11/tugas-pengantar-bisnis-1/
http://ruthsimatupang.wordpress.com/2011/02/02/sistem-perekonomian-dan-tujuan-kebijakan-bisnis/

No comments:

Post a Comment