Penasaran? Let’s Check it out.
Negara dengan sebutan matador ini terletak di barat daya Eropa, berbatasan dengan teluk Biscay, laut Mediterania, samudra Atlantik Utara, pegunungan Pyrenees, dan barat daya Perancis. Beribukotakan di Madrid, spanyol memiliki jumlah penduduk sebesar 47.370.542 orang (data per Juli 2013) dengan mayoritas agama katolik roma sebesar 94%.
Peternakan, susu dan unggas merupakan sector paling penting di Negara indah ini namun sector ini menurun drastic karena adanya persaingan dari Negara uni eropa lainnya. Ditambah lagi dengan adanya ‘Agenda 2000’ yang secara bertahap memotong harga daging sapi membuat kondisi spanyol semakin parah.
Spanyol juga memiliki sector penting lainnya seperti industry dan pertambangan Lebih dari setengah produksi batu bara, sedangkan produk-produk utama lainnya adalah besi, pirit, tembaga, timah, seng, tungsten, uranium, merkuri, kalium, dan klorida. Meskipun kekuatannya, pertambangan Spanyol tidak cukup untuk memenuhi permintaan domestik dan, karena itu, Spanyol terus menjadi importir skala besar mineral.
Bagian yang paling berkembang dalam infrastruktur Spanyol adalah sistem kereta api, yang merupakan salah satu yang terbaik di Eropa Barat. Nasional Jaringan Kereta Spanyol (Renfe) mengoperasikan bagian terbaik dari Spanyol 15.430 kilometer (9.588 mil, 1999) rel kereta api yang berasal dari Madrid sebagai titik pusat.
Seperti yang sudah kita semua ketahui bahwa Spanyol merupakan salah satu Negara yang menganut sistem ekonomi liberalis.
Apa itu liberalis?
Liberalis atau sistem ekonomi liberal yang lebih dikenal dengan sistem ekonomi pasar bebas adalah sistem perekonomian yang memberikan kebebasan sepenuhnya dalam segala bidang perekonomian kepada masing-masing individu untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya.
Pendekatan Liberalis yang dilakukan oleh Franco antara lain:
- Tahun 1957, inisiatif ini termasuk devaluasi peseta, pengenalan nilai tukar tunggal, program moneter dan fiskal menahan diri, dan liberalisasi kontrol harga dan pembatasan perdagangan. Akibatnya, perekonomian Spanyol mengalami industrialisasi yang pesat yang mempengaruhi setiap segmen masyarakat. Kenaikan sektor industri dan jasa mengakibatkan pergeseran migrasi dari desa ke pusat-pusat perkotaan sebagian orang mencari pekerjaan, dan juga membuka perbatasan untuk kepentingan asing. Mesin asing mendorong proses modernisasi Spanyol, dan produk-produk asing bersaing dengan penawaran dalam negeri Spanyol. Franco juga diizinkan investor dan bank dari negara lain untuk bekerja dalam batas-batas Spanyol.
- Tahun 1970, perjanjian preferensial dengan Masyarakat Eropa lebih lanjut meningkatkan liberalisasi perdagangan.
- Pertengahan 1970-an, Spanyol berada di masa jaya
- ekonomi kapitalis modern yang kuat.
- Tingkat pertumbuhan tahunan Spanyol di paruh pertama tahun 1970-an tetap stabil di 6 persen.
- Peringkat kedelapan di dunia dalam hal PDB yang diukur dengan harga saat ini dan nilai tukar saat ini, menurut Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) .
Negara sepak bola ini menjadi anggota Masyarakat Ekonomi Eropa pada tahun 1986. Setelah kurang lebih 15 tahun memiliki pertumbuhan GDP di atas rata-rata, perekonomian Spanyol mengalami kemunduran di akhir tahun 2007 dan Spanyol akhirnya memasuki resesi di paruh kedua 2008. Tingkat GDP mengalami penyusutan di tahun 2009 yakni sebesar 3,7% serta sebesar 0.3% di tahun 2010. Tapi GDP sempat mengalami peningkatan sebesar 0,4% di tahun 2011 sebelum menyusut lagi sebesar 1,4% pada tahun 2012.
Sayangnya di negara yang pernah memboyong piala dunia 2010, Angka penganggurannya mengalami kenaikan dari 8% tahun 2007 hingga 26,0% di tahun 2012. Angka ini memperlihatkan bahwa peningkatan penduduk tidak diimbangi dengan jumlahnya lapangan pekerjaan yang tersedia.
Spanyol akhirnya dapat keluar dari resesi ekonomi yang menghantamnya selama 2 tahun. Setelah pada kuartal III-2013 ini, ekonomi Spanyol tumbuh 0,1%. Meski begitu, tingkat pengangguran masih sangat tinggi ekstrem. Penguatan ekspor mendorong pemulihan kondisi negara dengan perekonomian terbesar di Eropa. Meskipun daya beli di Spanyol masih sangat lemah. Data dari Badan Statistik Nasional Spanyol yang dilansir AFP, Rabu (30/10/2013) mengatakan, adanya pertumbuhan ekonomi walau hanya 0,1% ini menunjukkan secara teknis Spanyol telah keluar dari resesi. Karena selama 2 tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi Spanyol selalu minus.
Namun para ahli ekonomi negara matador ini mengingatkan masih adanya tantangan bagi perekonomian Spanyol. Pengangguran yang tinggi karena krisis utang yang terjadi, telah membuat berjuta-juta orang tak bekerja, dan angka kemiskinan naik. International Monetary Fund (IMF) mengingatkan bahwa tingkat pengangguran di Spanyol akan berada di atas 25% hingga 2018.
Saat ini, tingkat pengangguran di Spanyol adalah 25,98%, turun sedikit dibanding kuartal II-2013, namun masih yang tertinggi di Eropa. Pemerintah Spanyol menargetkan, tahun ini pertumbuhan ekonomi minus 1,3%, lebih baik dari 2012 yang mencapai minus 1,6%. Namun di 2014, pemerintah Spanyol menargetkan pertumbuhan positif 0,7%.
Menurut sumber terpercaya, Bank Pembangunan Negara Spanyol atau yang lebih dikenal dengan Instituto de Credito Oficial (ICO) meyakini pemulihan Negeri Matador itu cukup kuat untuk mendukung pergeseran fokus dari kuantitas ke kualitas.
“Volume tidak lagi menjadi penting saat ini, layaknya 5 tahun belakangan ini,”ungkap Roman Escolano, Direktur ICO di Madrid, Senin (10/3/2014).
Apalagi, lanjutnya, kontribusi pinjaman ICO kepada perusahaan-perusahaan selama setahun terakhir mencapai puncaknya pada 2013 sebesar 11%, tetapi sekarang mulai menurun seiring dengan kapasitas pinjaman bank itu yang mulai pulih.
Hal tersebut merupakan kemajuan besar bagi negara yang pernah mengalami krisis ekonomi terburuk setelah berakhirnya ‘ledakan’ real estat. Belum lagi, Spanyol mampu mengatasi sedikit demi sedikit krisis utang yang sempat membelit negara di Zona Euro tersebut.
Komentar Escalano juga senada dengan Gubernur European Central Bank (ECB) Mario Draghi yang mengatakan terdapat penurunan utang di Zona Euro dan biaya pinjaman turun di antara negara yang pernah didera krisis utang terburuk.
“Saya kira, kapasitas pinjaman kami telah mancapai level maksimum. Bank-bank yang tersisa dari restrukturisasi perbankan telah dikapitalisasi dengan baik, performa pembiayaan meningkat, dan juga kapasitas pinjaman,” katanya.
Spanyol sepertinya bisa bernafas lega sekarang karena masa krisis telah berakhir. Menteri Keuangan Spanyol Cristobal Montoro mengatakan Spanyol telah keluar dari krisis berkat menguatnya keuangan publik. Perekonomian Spanyol menuju “titik balik”.
Referensi
http://www.kemlu.go.id/madrid/Pages/CountryProfile.aspx?l=id
http://finance.detik.com/read/2013/10/30/193030/2399904/4/spanyol-akhirnya-keluar-dari-krisis
http://www.suarapembaruan.com/internasional/ekonomi-spanyol-menuju-titik-balik/37272
http://www.nationsencyclopedia.com/economies/Europe/Spain-OVERVIEW-OF-ECONOMY.html
No comments:
Post a Comment