Saturday, April 26, 2014

KEWIRASWASTAAN DAN PERUSAHAAN KECIL

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Kewiraswastaan (entrepreneurship) adalah kemampuan dan keinginan seseorang untuk berisiko menginvestasikan dan mempertaruhkan uang, waktu, dan usaha untuk memulai suatu perusahaan dan untuk berhasil.
Unsur penting dalam membangun sebuah wiraswasta ialah keberanian, keutamaan, kekuatan. Keberanian memiliki arti dimana kita harus memiliki keberanian dalam menjalankan suatu usaha, berani mengambil sebuah keputusan, dan berani mengambil resiko yang harus Ditanggungnya. Keutamaan memiliki arti dimana kita harus menekuni bidang usaha yang kita jalankan, kita tidak boleh terbata-bata dalam menjalankan suatu usaha, karena bila terjadi seperti itu, itu semua hanya membuang-buang waktu, materi, dan pikiran kita. Kekuatan memiliki arti dimana bila kita menjadi wiraswastawan, kita harus memiliki kekuatan sendiri, kita tidak boleh mengandalkan bantuan orang lain, dan kita harus mampu memecahkan masalah-masalah yang dihadapi.

1.2  Tujuan
  1. Memahami tentang wiraswastawan
  2. Memahami unsur-unsur penring wiraswastawan
  3. Memahami cara memasuki perusahaan
  4. Memahami kiat-kiat memilih usahan dengan waralaba
  5. Memahami jenis-jenis usaha yang potensial di waralabakan
  6. Memahami kekuatan dan kelemahan perusahaan kecil
  7. Memahami keuntungan dan kerugian perusahaan kecil
  8. Memahami cara-cara mengembangkan perusahaan kecil
  9. Memahami perbedaan antara kewirausahaan dan bisnis kecil

BAB II
ISI

KEWIRASWASTAAN DAN PERUSAHAAN KECIL
Kewiraswastaan, Wiraswasta, dan Wiraswastawan
Kewiraswastaan (entrepreneurship) adalah kemampuan dan keinginan seseorang untuk berisiko menginvestasikan dan mempertaruhkan uang, waktu, dan usaha untuk memulai suatu perusahaan dan untuk berhasil.
Keuntungan berwiraswasta adalah kemungkinan untuk mengatur tingkat keuntungan yang diharapkan, melatih ketajaman intuisi bisnis, meningkatkan sifat tanggung jawab terhadap dirinya sendiri, dan memiliki wewenang untuk memerintah dan mengelola karyawannya. Kerugiannya adalah tanggung jawab yang besar terhadap kelangsungan usaha, perlunya menjaga relasi yang baik terhadap pihak-pihak terkait dalam rangka mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan, waktu kerja yang sangat banyak maupun bentuk yang berkaitan dengan keluarga.

Wiraswastawan
wiraswastawan berasal dari tiga kata, yakni “wira”, “swasta”, “wan”.
  1. Wira memiliki arti berani, utama, atau perkasa.
  2. Swa artinya sendiri dan sta artinya berdiri, jadi swasta dapat dimaknai berdiri diatas kekuatan sendiri.
  3. Wan memiliki arti tuan.
Dengan melihat arti etimologis diatas bisa diambil pengertian wiraswastawan ialah seseorang yang memiliki dorongan untuk menciptakan sesuatu yang lain dengan menggunakan waktu dan kegiatan, disertai modal dan resiko, serta menerima balas jasa dan kepuasan dan kebebasan pribadi atas usahanya tersebut.
Unsur-unsur wiraswasta
Unsur penting dalam membangun sebuah wiraswasta ialah keberanian, keutamaan, kekuatan. Keberanian memiliki arti dimana kita harus memiliki keberanian dalam menjalankan suatu usaha, berani mengambil sebuah keputusan, dan berani mengambil resiko yang harus Ditanggungnya. Keutamaan memiliki arti dimana kita harus menekuni bidang usaha yang kita jalankan, kita tidak boleh terbata-bata dalam menjalankan suatu usaha, karena bila terjadi seperti itu, itu semua hanya membuang-buang waktu, materi, dan pikiran kita. Kekuatan memiliki arti dimana bila kita menjadi wiraswastawan, kita harus memiliki kekuatan sendiri, kita tidak boleh mengandalkan bantuan orang lain, dan kita harus mampu memecahkan masalah-masalah yang dihadapi.
Perusahaan Kecil dalam Lingkungan Perusahaan
Perusahaan kecil memegang peranan penting dalam komunitas perusahaan swasta. Pengalaman di beberapa Negara maju (Amerika, Inggris, Jepang, dan sebagainya) menunjukkan bahwa komunitas perusahaan kecil memberikan kontribusi yang perlu diperhitungkan di bidang produksi, pajak, penyedia lapangan kerja, dan lain sebagainya. Seringkali dari perusahaan kecil muncul gagasan-gagasan baru yang merupakan terobosan penting dala kondisi perekonomian yang tidak menguntungkan. Perusahaan yang sekarang ini telah besar, seperti General Elektrik, IBM, Astra International, dan lain-lain, yang pada mulanya adalah perusahaan kecil. Dengan kiat-kiat tertentu dari pelaku bisnis, perusahaan kecil dapat berkembang dengan pesat menjadi perusahaan raksasa.
Tiga Cara Memasuki Perusahaan dan Menjadikannya Hak Milik
Secara umum ada tiga cara untuk memasuki perusahaan dan menjadikannya hak milik ketiga
cara tersebut adalah:
1. membeli perusahaan yang telah dibangun
2. memulai perusahaan baru
3. membeli hak lisensi (franchising/waralaba)
Perkembangan Franchising di Indonesia
Waralaba (franchise) sebenarnya merupakan suatu sistem bisnis yang telah lama dikenal oleh dunia, dimana untuk pertama kalinya diperkenalkan oleh perusahaan mesin jahit Singer di Amerika Serikat, pada tahun l851, yang kemudian diikuti oleh General Motors Industry pada tahun l898.
Dalam perkembangannya, sistem bisnis ini mengalami berbagai penyempurnaan terutama di tahun l950-an yang kemudian dikenal menjadi waralaba sebagai format bisnis (business format) atau sering pula disebut sebagai waralaba generasi kedua.
Perkembangan sistem waralaba yang demikian pesat terutama di negeri asalnya, Amerika Serikat menyebabkan waralaba digemari sebagai suatu sistem bisnis diberbagai bidang usaha, mencapai 35 persen dari keseluruhan usaha ritel yang ada di AS.
Di Indonesia, waralaba sebagai format bisnis mulai dikenal pada awal dekade 80-an, seiring masuknya waralaba asing disektor usaha rumah makan siap saji (fast food chain restaurant) antara lain, KFC, Pioneer Take Out, Texas Church, dan lain-lainnya. Jaringan bisnis ini berkembang sangat pesat dalam waktu yang singkat, bahkan menurut data di Deperindag RI hingga tahun l997 (sebelum terjadinya Krisis Moneter) telah terdaftar lebih dari 250 perusahaan sebagai penerima waralaba (franchise) dari suatu waralaba asing, dan tersebar di beberapa bidang usaha, antara lain;
rumah makan/restoran, jasa pemasaran, hotel, toko buku dan toko cindera mata, minimarket, persewaan kendaraan, pusat kebugaran dan perawatan tubuh, penata rambut, salon kecantikan, dll.
Di sisi lain, perusahaan lokal yang telah mengembangkan usahanya dengan mempergunakan format bisnis waralaba jumlahnya tidaklah sebanyak waralaba asing banyak atau hanya sekitar 10 persen dari jumlah waralaba asing yang ada di Indonesia. Perusahaan lokal tersebut antara lain; Es Teller 77, CFC, ILP, LIA, Lutuye Salon, Rudy Hadisuwarno, Indomaret dan lain-lainnya.
Definisi Waralaba
Menurut Campbell Black, yang dimuat dalam Black’s Law Dict, “Franchise is a license from owner of a trademark or tradename permitting another to sell a product or service under the name or the mark.
Menurut David J.Kaufmann, “Franchising is a system of marketing and distribution whereby a small independent businessman (franchisee) is granted, in return for a fee, the right to market the goods and services of another (franchisor) in accordance which the established standards and practice of the franchisor and with it assistance.
Menurut IPPM Franchise diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi Waralaba yang berasal dari kata Wara dan Laba. Sehingga Waralaba berarti usaha yang memberikan laba lebih/istimewa.
Menurut PP Nomor 16 tahun 1997 tentang Waralaba, “Waralaba adalah perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan pihak lain tersebut, dalam rangka penyediaan dan atau
penjualan barang dan atau jasa.”
Kiat-kiat memilih usaha dengan cara franchising/waralaba
  1. Pilih produk yang akan dijual.
menentukan perusahaan waralaba tempat kita akan bermitra.
  1. Pelajari estimasi keuangan yang disodorkan pada penawaran secara jeli.
  2. Pastikan nama warala yang ditawarkan tidak dalam sengketa.
  3. Kenali kredibilitas dari pemilik brand waralaba tersebut.
Beberapa peluang dalam menentukan bisnis waralaba
  1. Bisnis Waralaba Makanan & Minuman
Menjalankan bisnis waralaba makanan & minuman memiliki potensi bisnis yang sangat bagus karena makanan merupakan kebutuhkan pokok manusia yang pasti selalu dicari orang. Namun, merintis bisnis makanan, misalnya restaurant atau tempat makan dengan merk dagang baru adalah sebuah tantangan yang sangat sulit, terutama untuk orang yang belum memiliki pengalaman berbisnis makanan sebelumnya.
  1. Bisnis Waralaba Loundry & Jasa Kebersihan
Sekarang ini banyak sekali orang yang lebih memilih jasa loundry untuk mencuci pakaian mereka daripada harus mencuci sendiri, selain karena lebih mudah, hasil pekerjaannya lebih rapih, dan harga jasanya juga relative murah.
  1. Bisnis Waralaba Di Bidang Kesehatan & Kecantikan
  2. Bisnis Waralaba Di Bidang Jasa Pendidikan & Pelatihan
Jenis-jenis usaha yang potensial di waralabakan
  1. Jenis Usaha Waralaba Sektor Makanan.
Contoh: ice cream, fastfood, makanan ringan, cemilan, dll.
  1. Jenis Usaha Waralaba Sektor Ritel
Contoh: minimarket, supermarket, hypermarket, giant, hero, dll.
  1. Jenis Usaha Waralaba Sektor Jasa
Contoh: Bengkel, Salon, Tempat Les Privat, dll.
  1. Jenis Usaha Waralaba Sektor Farmasi
Contoh: apotik.
Ciri-Ciri Perusahaan Kecil
  1. Pada umumnya modal perusahaan kecil disediakan oleh seorang pemilik atau sekelompok kecil pemilik, karena jumlah modal yang diperlukan relative kecil.
  2. Daerah operasinya local. Dalam hal ini majikan dan karyawan tinggal dalam suatu lingkungan yang berdekatan dengan letak perusahaan.
  3. Ukuran secara keseluruhan relative kecil (penyelenggara di bidang operasinya tidak dominan).
Keunggulan dan Kelemahan Usaha Kecil dan Menengah
Beberapa keunggulan yang dimiliki oleh Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dibandingkan dengan usaha besar antara lain:
  1. Inovasi dalam teknologi yang dengan mudah terjadi dalam pengembangan produk.
  2. Hubungan kemanusiaan yang akrab di dalam perusahaan kecil
  3. Fleksibilitas dan kemampuan menyesuaikan diri terhadap kondisi pasar yang berubah dengan cepat dibandingkan dengan perusahaan berskala besar yang pada umumnya birokratis.
  4. Terdapat dinamisme manajerial dan peranan kewirausahaan.
Kelemahan yang dimiliki Usaha Kecil dan Menengah (UKM) adalah:
  1. Kesulitan pemasaran
  2. Keterbatasan financial
  3. Keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM)
  4. Masalah bahan baku
  5. Keterbatasan teknologi
Cara Mengembangkan Usaha Kecil
  1. Merencanakan Strategi yang Baik.
  2. Mulai dengan biaya minimum.
  3. Cobalah untuk mulai bekerja sesuai dengan porsi kemampuan anda.
  4. Kalau bisa hindari pinjaman, karena ini akan menambah beban pikiran anda.
  5. Pastikan bahwa anda memang sudah menyiapkan data-data/dokumen yang terdaftar di pajak/PPN.

Cara Menghindari Kegagalan Dalam Usaha dan Bisnis
Berikut adalah kiat-kiat untuk Menghindari Kegagalan dan Memperbesar Kesuksesan Dalam Usaha (Untuk UKM) yang dikemukakan oleh
Faktor-faktor penyebab kegagalan dapat bersumber dari dalam/internal atau dari luar/eksternal.
  1. Faktor-faktor Internal antara lain :
    1.  Ketidaktelitian/ketidakcermatan
    2. Kecerobahan
    3. Kelalaian
    4. Tergesa-gesa memutuskan
    5. Tidak mau belajar dari kegagalan orang lain
    6. Terlalu mudah percaya pada orang lain, dan lain-lain
    7. Faktor kegagalan yang berasal dari luar/eksternal:
      1. Sumber daya yang tidak memadai, baik kualitas maupun kuantitas
      2. Bencana alam
      3. Kenaikan harga barang-barang yang tidak terduga
      4. Pengaruh ekonomi global
      5. Perubahan kebijakan pemerintah dalam berbagai hal.
Perbedaan antara Kewirausahaan dan Bisnis Kecil
Perbedaan dari kewirausahaan dan bisnis sangat mendasar. Pada umumnya kewirausahawaan memiliki badan hukum yang jelas, sedangkan bisnis kecil jarang yang memiliki badan hukum yang jelas. Selain itu, bisnis kecil sangat bergantung pada lingkungan pasar. Dari sistem managerialnya pun berbeda, sistem managerial kewirausahawan lebih baik dibandingkan sistem bisnis kecil. Kewirausahawan lebih meningkatkan hasil dari suatu produknya, sedangkan bisnis kecil lebih meningkatkanpada laba yang akan didapatkan.
BAB III
ANALISIS
Wiraswastawan ialah seseorang yang memiliki dorongan untuk menciptakan sesuatu yang lain dengan menggunakan waktu dan kegiatan, disertai modal dan resiko, serta menerima balas jasa dan kepuasan dan kebebasan pribadi atas usahanya tersebut.
Perbedaan dari kewirausahaan dan bisnis sangat mendasar. Pada umumnya kewirausahawaan memiliki badan hukum yang jelas, sedangkan bisnis kecil jarang yang memiliki badan hukum yang jelas. Selain itu, bisnis kecil sangat bergantung pada lingkungan pasar. Dari sistem managerialnya pun berbeda, sistem managerial kewirausahawan lebih baik dibandingkan sistem bisnis kecil. Kewirausahawan lebih meningkatkan hasil dari suatu produknya, sedangkan bisnis kecil lebih meningkatkanpada laba yang akan didapatkan.
Beberapa keunggulan yang dimiliki oleh Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dibandingkan dengan usaha besar antara lain:
  1. Inovasi dalam teknologi yang dengan mudah terjadi dalam pengembangan produk.
  2. Hubungan kemanusiaan yang akrab di dalam perusahaan kecil
  3. Fleksibilitas dan kemampuan menyesuaikan diri terhadap kondisi pasar yang berubah dengan cepat dibandingkan dengan perusahaan berskala besar yang pada umumnya birokratis.
  4. Terdapat dinamisme manajerial dan peranan kewirausahaan.
Kelemahan yang dimiliki Usaha Kecil dan Menengah (UKM) adalah:
  1. Kesulitan pemasaran
  2. Keterbatasan financial
  3. Keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM)
  4. Masalah bahan baku
  5. Keterbatasan teknologi
DAFTAR PUSTAKA
http://berwirausahamodalkecil.blogspot.com/2013/05/cara-menghindari-kegagalan-dalam-usaha.html?m=1
http://tariles41.blogspot.com/2010/04/keunggulan-dan-kelemahan-usaha-kecil.html?m=1
http://www.ilerning.com/index.php?option=com_content&view=article&id=914:membeli-perusahaan-yang-sudah-ada&catid=62:manajemen-risiko&Itemid=85
http://id.wikipedia.org/wiki/Waralaba
http://usahakecildotcom.blogspot.com/2013/05/cara-mengembangkan-usaha-kecil-ada.html?m=1
http://www.maxmanroe.com/bisnis-waralaba-modal-kecil-beberapa-peluang-usaha-waralaba-murah.html
http://matkul-bisnis.blogspot.com/2010/06/apa-perbedaan-antara-kewirausahaan.html?m=1
http://rika50.blogspot.com/2011/11/tiga-cara-memasuki-perusahaan-dan.html?m=1
http://id.wikipedia.org/wiki/Kewirausahaan
http://id.wikipedia.org/wiki/Waralaba
http://yunimbum.wordpress.com/2010/11/25/waralaba-dan-perkembangannya-di-indonesia-baik-lokal-maupun-asing/
http://paroki-teresa.tripod.com/Tonikum_WARALABA1.htm
http://dahlia-lya.blogspot.com/2012/01/bab-iv-kewiraswastaan-dan-perusahaan.html?m=1
www.centerwaralaba.com
• Cara positif memandang kegagalan :
1. Kegagalan adalah pelajaran berharga untuk tidak
diulangi lagi
2. Kegagalan harus dapat menjadi motivasi agar mau
maju terus
3. Anggaplah kegagalan itu sebagai sukses yang
tertunda
4. Percayalah wirausaha-wirausaha sukses pasti
pernah mengalami
kegagalan, tetapi mempunyai kemampuan untuk
bangkit kembali.
5. Kegagalan harus dijadikan bahan evaluasi diri dan
dikaji sebab-sebanya,
lalu disusun strategi untuk meminimalkan kegagalan,
dan lain-lain.
• Strategi menyiasati kegagalan adalah
dengan mengadakan perencanaan
usaha yang cermat mengenai :
1. Perkembangan pasar
2. Persaingan
3. Sumberdaya manusia
4. Teknologi
5. Proses produksi
6. Keuangan, rugi-laba, arus kas.
7. Pasokan bahan baku, dan lain-lain
• Perencanaan usaha sering dievaluasi,
diantisipasi adanya kemungkinan
faktor-faktor risiko.
• Lakukan kontrol untuk semua aspek
perencanaan
• Hindarilah hal-hal yang tidak sesuai
dengan hukum yang berlaku
• Didalam berusaha kegagalan dan
risiko merupakan hal yang wajar. Bagi
seorang wirausaha ketidakwajaran apabila tidak dapat
mengatasi risiko dan
kegagalan.

No comments:

Post a Comment